Posted by: hmjsipiluph | September 23, 2007

Staedtler Spaghetti Bridge Competition 2006

Tgl 29 Agustus lalu HMJ Teknik Sipil UPH telah menyelenggarakan Staedtler Spaghetti Bridge Competition 2007, acara tersebut telah berlangsung dengan baik.. Apa itu Staedtler Spaghetti Bridge Competition???? Berikut merupakan ulasan kegiatan serupa tahun lalu.. Ulasan kegiatan tahun ini (menggunakan mobil sebgai beban bergerak) akan segera ditampilkan menyusul.. Selamat membaca..

 “Spaghetti….” Yang terbayang dalam benak kita, ketika mendengarkan kata tersebut adalah tentu saja sepiring makanan khas italia dengan saus-nya yang lezat. Tentunya kita tidak pernah membayangkan spaghetti yang biasanya kita gunakan untuk makanan dapat digunakan untuk membuat jembatan, dan lebih heboh-nya lagi jembatan dari bahan spaghetti dengan berat hanya 40 gram tersebut dapat menahan beban diatasnya hingga hampir 40 kg. Unik dan menarik memang, tapi tentu saja jembatan yang ada bukanlah jembatan yang seperti kita lihat di beberapa jalan raya.

Jembatan Spaghetti, salah satu hasil karya peserta


 Tgl 6 September 2006, Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil menyelenggarakan “Staedtler Spaghetti Bridge Competition 2006” yang dikhususkan bagi siswa-siswi SMA. Kompetisi yang bernuansa “science and fun” ini merupakan program tahunan HMJ Teknik sipil yang selain bertujuan untuk memperkenalkan UPH pada umumnya dan Jurusan Teknik Sipil pada khususnya kepada siswa-siswi SMA juga untuk menumbuhkembangkan ide-ide kreatif dan inovatif dari siswa-siswi SMA.Secara umum “Staedtler Spaghetti Bridge Competition 2006” ini merupakan kompetisi ilmiah yang juga menyenangkan. Para peserta yang berpartisipasi diijinkan secara berkelompok, maksimal 3 orang per kelompok. Mereka diminta untuk merencanakan dan menggambarkan model jembatan spaghetti dengan skala 1:1 lalu  membuat jembatan spaghetti tersebut pada hari-H dalam kurun waktu selama 3 jam. Jembatan yang dibuat, haruslah memenuhi kriteria dan spesifikasi panitia, yakni berat maksimum jembatan sebesar 40 gram, panjang jembatan harus lebih dari 20 cm, lebar jembatan antara 5.5 cm – 7 cm, dan tinggi jembatan minimum 5.5 cm. Nantinya jembatan yang sudah selesai akan dinilai kekuatannya dengan diberi beban hingga jembatan itu hancur.Untuk dapat berpartisipasi dalam kompetisi ini, setiap nomor peserta                   (3 siswa) cukup hanya dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp.75.000,-. dan sebagai hadiah, panitia menyediakan uang tunai Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) + Piala bergilir + Trophy + sertifikat bagi peserta juara I, dan untuk Juara II dan III, panitia juga menyediakan hadiah serupa dengan uang tunai Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah) dan Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).Kegiatan yang diikuti oleh 58 nomor peserta (174 siswa) ini dimulai dengan  registrasi ulang pada pk.08.00 dan sempat membuat panitia kewalahan karena banyaknya peserta yang telah berdatangan sebelum jadwal yang telah ditentukan. Selain dilakukan registrasi ulang, juga dilakukan pendataan ulang nama peserta dan nama guru pembimbing, mengingat kurang jelasnya data yang telah diterima oleh panitia. Selain itu juga dilakukan pengundian nomor peserta yang nantinya akan digunakan untuk nomor meja pembuatan dan nomor urut pengetesan jembatan.

Registrasi Ulang Peserta

Setelah registrasi ulang dilakukan, acara dimulai dengan doa pembukaan oleh  Bp. David B.Solaiman dilanjutkan dengan kata pembukaan oleh Ibu Lusiana Idawati selaku Direktur Fakultas Desain dan Teknik Perencanaan yang kemudian dilanjutkan kata sambutan oleh ketua panitia acara. Untuk memperjelas peraturan yang telah diberikan, acara dilajutkan dengan “Technical Meeting” yang nampaknya mendapat tanggapan yang sangat antusias dari peserta sehingga waktu pembuatan jembatan yang seharusnya dimulai pk.09.00 terlambat menjadi pk.09.15.Setelah serangkaian acara pendahuluan mulai dari doa pembukaan hingga “Technical Meeting”, maka para peserta bersiap-siap karena saat terpenting dalam acara ini yaitu pembuatan jembatan akan segera dimulai. Tepat pk.09.15 pembuatan jembatan dimulai. Pembuatan jembatan dilakukan secara berkelompok (3 siswa) diatas meja yang telah disiapkan panitia. Perlu dijelaskan bahwa jembatan dibuat dari bahan spaghetti yang kemudian direkatkan dengan lem yang dibawa oleh peserta masing-masing.Para peserta membuat jembatan mereka dengan amat serius, kalau salah ukur atau potong saja akan fatal akibatnya. Namun ada juga beberapa peserta yang terlihat santai dan sempat bersenda gurau pada saat yang lainnya sedang serius dengan spaghetti-spaghetti yang ada.

Suasana Pembuatan Jembatan

Ada banyak cerita menarik pada saat pembuatan jembatan, mulai dari peserta yang menggunakan kipas tangan untuk mempercepat pengeringan lem, hingga menggunakan kardus bekas, kaca mata, dan masker (kayak dokter aja…) sebagai alat bantu mereka mengingat sangat menyengatnya bau lem yang digunakan.    

Salah Satu Peserta Sedang Serius Merakit Jembatan Mereka

3 jam merupakan waktu yang amat singkat bagi para peserta yang harus menyelesaikan jembatan yang mereka rencanakan, , hingga tak sedikit dari mereka yang harus terburu-buru pada saat-saat akhir. Berbeda dengan para panitia yang harus menunggu dengan penuh rasa bosan, 3 jam merupakan waktu sangat lama. Bahkan beberapa dari kami sempat “santai-santai” dan foto bersama.

Beberapa Panitia dengan Piala Bergilir

Setelah 3 jam serius mengutak-atik spaghetti yang ada, para peserta segera memberhentikan segala kegiatan pembuatan jembatan mereka. Para peserta kemudian segera menyantap makan siang yang telah disediakan. Bersamaan dengan makan siang para juri yang terdiri dari Ir. Wiryanto Db, MT.; F. Mintar, ST., MT.; Rene, ST.,M.Sc.; Christopher A, ST. (para juri adalah dosen dan asisten tetap Jurusan Teknik Sipil) melakukan penilaian terhadap hasil karya yang telah selesai dibuat. Penilaian juri diberikan dalam 3 kategori yaitu segi estetika, penampilan
(kerapihan) dan kesesuaian jembatan yang telah dibuat dengan gambar rencana yang telah mereka buat
sebelumnya.        

Beberapa Hasil Karya Peserta

Setelah berurusan dengan perut masing-masing, acara dilanjutkan dengan saat-saat yang paling seru dan menegangkan pada acara ini. Apalagi kalau bukan pembebanan jembatan yang mana jembatan yang telah dibuat sedemikian rupa tersebut akan diberi beban hingga hancur. Urutan pembebanan jembatan dilakukan berdasarkan nomor undian yang telah didapat di meja registrasi. Panitia telah menyediakan beban ½ kg, 1 kg, dan 2 kg, sementara itu peserta diharuskan memberikan beban awal sebesar 4 kg (2 kg + 2 kg). Suasana seru, ramai dan heboh memenuhi depan panggung acara. Terlebih-lebih, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi jurusan lain yang datang untuk melihat jembatan spaghetti tersebut.     

  

 Jembatan Spaghetti Yang Telah diberi Beban Sebesar 25 kg

Tentunya rasa tegang yang begitu besar menyelimuti tiap-tiap peserta yang sedang meletakkan beban satu per satu ke atas jembatan mereka dan sambil berharap jembatan yang mereka buat tetap kuat dan tidak segera hancur. Ekspresi wajah para peserta begitu antusias, tegang, semangat, senang, ragu, dan takut. 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Ekspresi Wajah-wajah Peserta Pada Saat Pembebanan Jembatan

(Sumbangan foto publikasi dari Ir. Wiryanto Db, MT)

Setelah ke-58 jembatan spaghetti diberi beban hingga hancur, penentuan pemenang tidak hanya berdasarkan beban maksimum yang dapat dithan jembatan, tetapi juga berdasarkan penilaian-penilaian yang telah diberikan oleh juri sebelumnya. Maka dari itu sambil menunggu pengolahan data, acara dilanjutkan dengan special lecture yang dibawakan oleh Ir. David B.Solaiman, dipl. HE yang merupakan dosen senior di Jurusan Teknik Sipil. Beliau sebagai seorang penggemar bidang jembatan memberikan tips dan trik membuat jembatan yang efisien (ringan dan kuat) kepada para peserta. Setelah itu panitia mempertunjukan video mengenai UPH untuk memperkenalkan UPH kepada siswa-siswi SMA dan juga guru pembimbing masing-masing.Akhirnya tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta dan juga panitia, yaitu pengumuman juara I, II, III. Berdasarkan kriteria penilaian terhadap kekuatan jembatan, estetika, penampilan, dan kesesuaian jembatan terhadap gambar rencana, maka diputuskan sebagai berikut. Juara III mendapatkan hadiah uang tunai Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) + Trophy + sertifikat diraih oleh SMA Mahatma Gandhi. Juara II mendapatkan hadiah uang tunai Rp.2.000.000,- (dua juta rupiah) + Trophy + sertifikat diraih oleh SMA Dian Harapan Cikarang. Dan Juara I mendapatkan hadiah uang tunai Rp.3.000.000,- (tiga juta rupiah) + Piala bergilir + Trophy + sertifikat diaraih oleh SMA Santa Ursula BSD.

 

Juara I, II, dan III berfoto bersama dengan Prof Har, Ibu Lusi, dan Pak Mintar

Selesai sudah acara yang telah kami siapkan berbulan-bulan sebelumnya. Acara yang juga dihadiri oleh teman-teman mahasiswa dari jurusan lain ini akhirnya dapat berjalan dengan baik dan lancar dan semuanya itu berakhir tidak hanya dengan senyum dan tawa kami tapi juga beberapa konflik yang terjadi di antara kami yang akhirnya juga berguna bagi evaluasi dan kemajuan dalam proses pembelajaran kami di masa kini dan masa mendatang.Akhir kata, penulis selaku ketua panitia “Staedtler Spaghetti Bridge Competition 2006” ingin mengucapkan “TERIMA KASIH” kepada beberapa pihak, diantaranya adalah Prof. Dr-Ing. Harianto Hardjasaputra selaku Dekan FDTP dan Ibu Lusiana Idawati, ST., MM., MT. selaku Direktur FDTP atas izin, kepercayaannya. Kepada marketing UPH atas dukungan dananya. Kepada STAEDTLER selaku sponsor utama kami dan SOSRO atas partisipasi sponsorshipnya, semoga hubungan baik ini dapat terus dibina di masa mendatang. Kepada Ir. David B.Solaiman, dipl. HE atas kesediaanya memberikan special lecture. Kepada Ir. Wiryanto Db, MT.; F. Mintar, ST., MT.; Rene, ST.,M.Sc.; Christopher A, ST. atas kesediaanya sebagai juri. Kepada Ibu Theresia,      Bp. Pana H, Bp. Markus atas dukungannya. Kepada fasilitas dan RT UPH atas dukungan dan kerjasamanya.

Panitia “Staedtler Spaghetti Bridge Competition 2006”

Kepada Jerry Atmaja, Andri Ciputra,  Anggi, Frengky, Anthony   N.W., Anthony F,  Darwanto,  Dhistiya, Joey,  Iwan, Tri Suryadi., Yunia, Mega P., Rima K., Michael Y., Jeremia, teman-teman sipil ’04 atas dukungan dan kerjasamanya. Kepada Wiwin, Freddy, Selvira, Clayment, Andy, Henry, Sandy, Yuli, Nabil, Apri, Roland, Inno, Chris, Nicko, Yosua, Rain, Michael, Heri, teman-teman sipil ’05 atas dukungan dan kerjasamanya. Dan juga kepada pihak-pihak lain yang terlewatkan atau belum disebutkan, terima kasih atas dukungannya. 
 

About these ads

Responses

  1. ada rumusnya ga? karna saya lagi praktek di sekolah

  2. apa sih rumusnya biar jmbatan tetap bertahan…?
    padahal beben yg di angkt bisa d katakn cukup berat. apasi rumusnya…..?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: