Posted by: hmjsipiluph | September 20, 2007

2 Piala Sekaligus Untuk UPH

Ilmu Teknik Sipil adalah sebuah disiplin illmu yang bertujuan untuk dapat selalu menjawab kebutuhan manusia akan bangunan fisik atau konstruksi. Tentu saja yang menjadi ciri khas dalam bidang teknik sipil ini adalah suatu kegiatan rancang bangun yang meliputi berbagai tahapan mulai dari penjabaran ide, perancangan hingga pembangunan dan pelaksanaannya di lapangan. Cakupannya amat luas, yakni mulai dari kebutuhan pribadi seperti rumah tinggal hingga berbagai jenis infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat umum seperti jembatan pada khususnya.

Berdasarkan latar belakang diatas tersebut, Himpunan Mahasiswa Sipil Insitut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan “Lomba Rancang Bangun 2007” dengan tema “Jembatan Pintar Karya Putra Bangsa”. Terdiri dari 2 kategori, pertama bagi pelajar SMA untuk pembuatan maket jembatan dari kayu. Kategori kedua bersifat nasional tingkat perguruan tinggi, setiap tim peserta yang terdiri dari 3 orang mahasiswa dan 1 orang dosen pembimbing diwajibkan untuk mengusulkan satu rancangan jembatan sepanjang 100 meter yang terdiri dari 4 lajur kendaraan yang tertuang dalam 1 buah proposal. Proposal yang telah rampung tersebut kemudian dikirim ke panitia berdasarkan tenggat waktu yang telah ditentukan. Proposal-proposal yang diterima oleh panitia, kemudian diseleksi oleh juri untuk menentukan tim-tim yang lolos ke babak final untuk memberikan presentasi proposal sebagai parameter penguasaan materi dan bahan penilaian akhir.

1.jpg

 

Yang menarik dalam kompetisi ini adalah, peserta harus merancang jembatan sepanjang 100 meter tersebut dimulai dari perencanaan awal, pelaksanaanya, peralatan yang digunakan, hingga biaya konstruksinya (seperti merancang pada tender proyek jembatan sebenarnya). Maka dari itu akan menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para pesertanya dalam mengikuti kompetisi ini.

 

Sekitar awal Bulan Desember 2006, HMJ Teknik Sipil UPH menerima undangan akan kompetisi ini. Pada awalnya tak begitu besar minat kami untuk berpartisipasi pada ajang ini mengingat tenggat waktu untuk mengrimkan proposal rancangan ke panitia adalah tgl 12 Februari 2007 (sebulan setelah perkuliahan semester genap dimulai) yang mana merupakan waktu yang sangat singkat untuk membuat proposal rancangan selengkap tersebut ditambah lagi dengan minimnya pengetahuan kuliah dan pengalaman kami, bahkan kami sama sekali belum pernah mendapatkan mata kuliah “Perecanaan Struktur Jembatan” (diberikan di semester 6). Memang masih ada liburan antar semester Desember ’06 – Januari ‘07 yang sebenarnya dapat digunakan, tapi sebagian besar dari kami harus melakukan kerja praktek, jadi lagi-lagi banyak dari kami yang mengurungkan niat kami untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini.

 

Hanyalah 3 orang yang berminat pada kompetisi ini yaitu Hendrik Wijaya (2004), Anthony Natanael (2004), dan Rima Kiswanto (2004) yang tergabung dalam 1 tim dibawah bimbingan Ir. Wiryanto Dewobroto, MT. yang menamai tim mereka “Soaring Eagle”. Padahal Ketua Jurusan kami membuka peluang untuk 6 mahasiswa (2 tim) untuk berpartisipasi dalam ajang ini. Adalah Vivi (2005) yang kemudian berminat dan membawa semangat akan berkompetisi (angkatan 2005 lho, tapi membawa semangat di tengah-tengah kami yang angkatan 2004), yang semula 3 mahasiswa berkembang menjadi 8 mahasiswa. Namun Vivi tidak dapat berpartisipasi karena kurangnya mata kuliah yang dipelajari untuk mendukung kompetisi ini. Akhirnya, 6 dari kami terbentuk menjadi 2 tim. Tim yang pertama diatas memberi nama tim mereka “Soaring Eagle”, lalu tim kedua terdiri dari Tri Suryadi (Budi) (2004), Fritz Jonathan (2004), Joey Tirtawijaya (2004) dibawah bimbingan Ir. Lanny Hidayat, Msi. yang menamai tim mereka “S.M.A.R.T. Eagle”


Karena waktu liburan, harus kami gunakan untuk kerja praktek, maka kerja keras kami, kami mulai sejak perkuliahan semester genap 2007. Merupakan waktu yang amat singkat ditambah dengan padatnya jadwal kuliah kami, sehingga tidak jarang sebagian dari kami (Soaring Eagle) harus menghabiskan waktu malam kami di perpustakaan hingga hampir pk.21.00 untuk membuat proposal rancangan jembatan tersebut. (Untung perpustakaan kita nyaman J).

Persiapan Kami di Perpustakaan Hingga Malam

Persiapan Kami di Perpustakaan Hingga Malam

Seperti yang telah disebutkan diatas, minimnya pengetahuan dan pengalaman kami, maka mau tidak mau kami harus mengatasi masalah tersebut dengan belajar sendiri, dengan aktif membaca buku-buku yang bahkan tidak pernah kami gunakan dalam kuliah kami, selain itu berkonsultasi dengan dosen pembimbing kami menjadi modal utama dalam mengisi kekurangan kami. Selain dengan kedua dosen pembimbing kami, kami juga didukung oleh Bp. Agung, seorang praktisi dalam bidang teknik sipil, beliau mendukung kami dalam perkiraan biaya konstruksi jembatan yang kami rencanakan, banyak hal kami dapatkan dari beliau.

Singkat kata, kerja keras kami selama sekitar 1 bulan, kami dapat menyelesaikan proposal kami. Otomatis 2 buah proposal rancangan jembatan kami kirimkan ke ITB melalui layanan pos. Hingga akhirnya yang cukup membanggakan kami adalah lolosnya 2 tim dari UPH menjadi finalis pada kompetisi ini. “Soaring Eagle” dan “S.M.A.R.T. Eagle” dinyatakan lolos ke babak final dan berhak untuk memberikan presentasi di Institut Teknologi Bandung pada tgl 9-11 Maret 2007.

 

Tepatnya tgl 8 Maret 2007 kami mempersiapkan diri kami untuk berangkat ke Bandung keesokan harinya. Salah satunya adalah menghadap Ketua Jurusan kami, Prof. Dr-Ing. Harianto Hardjasaputra, sebagai evaluasi beliau sehubungan dengan lolosnya kami sebagai finalis. Sebuah ungkapan beliau kepada kami yang sempat menimbulkan senyum canda diantara kami adalah bahwa tugas kami di ITB adalah mengalahkan naga (tim ITB) di kandangnya (kampus ITB) J.

Persiapan Kami di Penginapan, sampai jam 3 pagi lho…

Hari Pertama Kami di Institut Teknologi Bandung

Keesokan harinya, didampingi oleh Bp. Wiryanto, kami berangkat ke Bandung, pada hari itu kegiatan yang berlangsung hanya technical meeting dan pengundian nomor peserta. Tim 1 UPH (Soaring Eagle) mendapt urutan ke 9, sedangkan tim 2 UPH (S.M.A.R.T. Eagle) mendapat urutan ke 4. Tak banyak kegiatan yang kami lakukan di kampus ITB pada hari itu, setelah tecnical meeting yang berakhir sekitar pk.18.00, kami kembali ke penginapan, tapi bukannya untuk beristirahat atau berjalan-jalan di Kota Bandung, kami harus menyelesaikan persiapan presentasi kami yang belum selesai. Kami memang belum siap benar dalam penguasaan materi, dan sisa waktu kami tinggal semalam karena esok hari kami harus siap dihadapan para juri.

 

Waktu semalam membuat kami tidak hanya harus berusaha keras, namun pikiran dan tenaga ekstra harus kami berikan untuk persiapan presentasi. Sesampainya di penginapan, kami (Soaring Eagle) langsung membuka 2 laptop kami dan mengeluarkan buku-buku pendukung kami. Ada banyak sekali buku-buku yang harus kami baca dan evaluasi, hingga suasana tempat kami pada saat itu cukup berantakan. Waktu yang singkat dan dikejar waktu terbitnya fajar, membuat kami lupa akan waktu, hingga akhirnya kami selesai mengerjakan itu semua pada jam 3 pagi, baru kami beristirahat.

Persiapan Kami di Penginapan, sampai jam 3 pagi lho…

Persiapan Kami di Penginapan, sampai jam 3 pagi lho…

 

Setelah memejamkan mata hanya selama 3 jam, kami segera bangun, mandi dan bersiap-siap untuk meniggalkan penginapan kami menuju ITB. Dalam perjalanan di mobil, karena sangat terbatasnya sisa waktu yang ada, Hendrik melakukan uji presentasi di samping Bp. Wiryanto untuk eveluasi beliau dalam menilai kinerja kami. Sesampainya kami di Campus Centre ITB, kami (Soaring Eagle dan S.M.A.R.T. Eagle), mengawali hari kami dengan berdoa dipimpin oleh Budi agar kami dapat melakukan yang terbaik pada hari itu.

 

Acara di ITB dimulai pk. 07.30 dimulai dengan pembukaan dan kata sambutan dari Ketua Jurusan Teknik Sipil ITB, dilanjutkan dengan pengenalan Juri. Wah ternyata juri-juri adalah para pakar luar biasa dalam bidang jembatan, ini sempat membuat kami gentar untuk menyajikan presentasi. Setelah pengenalan juri, acara langsung dilanjutkan dengan saat-saat yang paling menegangkan untuk setiap peserta. yaitu sesi presentasi dan tanya jawab.

 

Selama menunggu urutan, kami semua memperhatikan, menyimak, dan mempelajari tim-tim lain yang melakukan presentasi. Apalagi ketika teman-teman dari Institut Teknologi Bandung (ITB) beraksi, kami sempat kagum dengan ide dan cara kerja mereka. Ternyata kegentaran kami selama memperhatikan teman-teman dari universitas lain semakin bertambah, pasalnya para juri memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diluar dari apa yang telah kami pikirkan. Suasana tegang dan gentar bercampur menjadi satu, namun satu hal yang kami tahu pasti, kami harus tetap maju, untuk menyelesaikan rentetan langkah keras kami selama sekitar 1 bulan lalu.

Sambil Menunggu Giliran Tiba, Menyimak dan Mempelajari Tim-tim lainnya Sambil Menunggu Giliran Tiba, Menyimak dan Mempelajari Tim-tim lainnya

Saat tegang kami semakin bertambah dimulai pada saat urutan presentasi ke-4 yaitu giliran presentasi tim S.M.A.R.T. Eagle, Tri Suryadi (Budi) mewakili tim-nya untuk melakukan presentasi karya jembatan mereka yang bernama “Twin eagle Bridge” dan meyakinkan bahwa karya mereka adalah yang terbaik. Setelah melakukan presentasi, para juri melayangkan pertanyaan-pertanyaan untuk menguji apakah budi cs mengerti benar apa yang telah mereka buat. Sempat mendapat pujian dari salah seorang juri karena jembatan karya Budi cs ini unik dan berbeda dengan karya teman-teman dari universitas lainnya, ternyata tak membuat juri lengah dalam memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis kepada mereka. Walaupun sempat dibuat kebingungan oleh juri, Budi, Fritz, dan Joey dapat menyelesaikan sesi presentasi dan tanya jawab dengan cukup memuaskan.

 

Satu tim dari UPH yaitu tim S.M.A.R.T. Eagle telah menunjukan keberadaannya di tengah-tengah persaingan kompetisi, suasana lega terlihat dari muka-muka tim tersenut. Di sisi lain, tim Soaring Eagle masih dirundung rasa tegang ketika menunggu urutan ke-9.

 

Usai giliran presentasi ke-6 sesi presentasi dan tanya jawab ditunda untuk istirahat dan makan siang. Sekitar satu jam beristirahat sempat membuat kami terlupa akan suasana tegang tadi. Berdiskusi dan bersenda gurau usai makan siang telah menyegarkan pikiran kami. Satu jam berjalan begitu cepat, acara dilanjutkan dengan presentasi dimulai dari urutan ke 7. Tak banyak yang kami lakukan, kami hanya menunggu dan kurang begitu memperhatikan kinerja peserta lain, mungkin karena kami yang memang sudah cukup lelah sepanjang hari tersebut.

Saat Melakukan Presentasi dihadapan Para Juri

Saat Melakukan Presentasi dihadapan Para Juri

Saat penantian akhirnya usai juga ketika sampai pada urutan ke-9. Tim Soaring Eagle berkesempatan untuk melakukan presentasi karya jembatan dengan nama “Sophisticated Bridge” yang dilakukan oleh Hendrik. Sesi tanya jawab dijalani oleh Hendrik cs dengan cukup baik, walaupun awalnya ada sedikit keraguan di mata juri, akhirnya Soaring Eagle dapat memuaskan para juri dengan jawaban dan pendapat yang diberikan. Hendrik, Anthony, dan Rima kembali ke kursi mereka dengan senyum gembira.

 

Setelah kami semua melakukan presentasi dan tanya jawab, kami memperhatikan sisa tim lainnya, tentu saja kami menunggu dengan penuh rasa lega yang diselingi dengan harapan kalau-kalau kami dapat mengukir prestasi mengingat apa yang telah kami lakukan tidaklah mengecewakan.

 

Usai sesi presentasi dan tanya jawab kami semua kembali ke penginapan karena acara pengumuman pemenang akan dilanjutkan sore esok harinya. Malam itu bolehlah kami bersantai-santai ria, karena semua tanggungan dan beban kami sudah lepas sore tadi. Tak mau rugi berada di Bandung, maka malam itu kami gunakan untuk berjalan-jalan di Bandung hingga lelah menjelang tidur.

Bersama Dengan Juri Usai Sesi Presentasi

Bersama Dengan Juri Usai Sesi Presentasi

Kiri-kanan: Fritz, Anthony, Bp. Wiryanto, Juri I, Juri II, Juri III, Hendrik, Joey, Budi, Rima

Merasa belum puas semalaman, keesokan paginya kami membeli oleh-oleh untuk teman-teman dan keluarga di Jakarta hingga akhirnya pada sore harinya kami kembali ke Campus Centre ITB untuk mengikuti acara pengumuman pemenang. Gugup rasanya menunggu pengumuman pemenang ditambah lagi MC yang mengulur-ulur waktu dengan candanya untuk membuat setiap peserta penasaran.

 

Rasa gugup dan penasaran kami akhirnya luluh juga menjadi kegembiraan ketika mendengar MC menyebut salah satu tim dari kami yaitu tim S.M.A.R.T. Eagle sebagai juara 3 pada ajang bergengsi ini. Begitu besar senyum dan tawa Budi, Joey, dan Fritz ketika mereka dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan dan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua juta rupaiah).

S.M.A.R.T. Eagle Menerima Penghargaan Juara III

S.M.A.R.T. Eagle Menerima Penghargaan Juara III

Kiri-kanan: Fritz, Budi, Joey

Belum selesai ungkapan kegembiraan kami semua, kami kembali mendengar nama “Universitas Pelita Harapan” disebut dengan tim Soaring Eagle sebagai Juara 1 “Lomba Rancang Bangun 2007, Jembatan Pintar Karya Putra Bangsa”. Kembali mahasiswa UPH yakni Hendrik, Anthony, dan Rima dipanggil ke depan untuk menerima penghargaan dan tentu saja hadiah utama berupa uang tunai senilai Rp.4.000.000,- (Empat juta rupiah)

Soaring Eagle Menerima Penghargaan Juara I

Soaring Eagle Menerima Penghargaan Juara I

Kiri-kanan: Rima, Anthony, Hendrik

Begitu besar luapan kegembiraan kami dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami semua disana, bangga karena UPH telah berhasil meraih dua posisi juara dan hanya menyisakan 1 tempat juara 2 yang jatuh kepada teman-teman dari Universitas Diponegoro, Semarang. Dua piala sekaligus telah diraih oleh Mahasiswa Teknik Sipil UPH.

Luapan Kegembiraan Kami Usai “Lomba Rancang Bangun 2007”

Luapan Kegembiraan Kami Usai “Lomba Rancang Bangun 2007”

Rasa gembira, bangga, dan haru pun akhirnya bercampur menjadi satu. Perjalanan lelah kami sejak awal Januari hingga pertengahan Maret 07 telah berbuah hasil yang berguna bagi kami untuk proses pembelajaran pribadi kami di masa kini dan masa mendatang. Akhirnya elang UPH dapat dapat membentangkan sayapnya di kandang naga .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: